Minggu, 16 November 2008

Dialog Pemikiran

Keberadaan pers mahasiswa dinggap mampu menjadi saluran komunikasi diantara dinamika kampus. Namun, sadarkah mereka akan keberadaan pers mahasiswa? Sudahkan pers mahasiswa berfungsi sebagai media komunikasi dunia mahasiswa? Lantas bagaimana mereka menyikapi keberadaan pers mahasiswa tersebut? Berikut penuturan narasumber kepada M. Andriandy R.Z dari Studenta Jurnal Bogor, kemarin.

Penulisannya Harus Dipertajam

Menurut saya, media kampus sangat baik bagi kalangan pemula yang ingin terjun di bidang jurnalis. Selain dapat menambah pengalaman dalam memburu berita serta mau untuk bersusah payah berpetualang kesana-kemari agar mampu mendapat berita yang sedang hangat. Pengalaman itu menjadi guru terbaik.

Saya menyarankan, agar pers kampus lebih semangat lagi, dan mereka harus bisa semampu mungkin menunjukan taringnya di dunia jurnalis. Bila tidak mereka akan diinjak-injak oleh wartawan senior atau bahkan bisa tidak dapat berita. Menghindari dari hal tersebut, diusahakan sebelum meluncur kesasaran mereka diberi sedikit arahan agar semua menjadi lancar dan tidak ada kendala yang tidak diharapkan.

Ada hal-hal yang perlu dibetulkan dari pers kampus, yaitu saat kurang senang bila dia sedang mewawancarai narasumber. Masih agak terbata-bata dan sesekali kurang nyambung dengan kejadian yang terjadi. Semua itu bisa tidak terjadi apabila di tunjang dengan ilmu yang dia punya.

Saran saya, semoga media kampus bisa lebih maju dalam hal penulisan dan penataan berita agar lebih menarik dibaca oleh pembaca dan juga lebih luas lagi penyebaran korannya, agar semua bisa tahu bahwa di setiap universitas mempunyai media yang begitu positif. Terakhir dari saya, yang paling utama setiap berita yang terbit harus selalu update agar pembaca tidak tidak merasa jenuh, dan enjoy menikmati bacaannya, walaupun hanya Media kampus.

Ferlita M. Zahara (20)
FISIKOM, Universitas Djuanda
Jurusan Jurnalistik

Bisa Tambah Informasi


Menurut saya, koran atau majalah yang ada di kampus sangat bagus dan positif guna memberikan informasi-informasi yang menarik dan aktual kepada masyarakat kampus maupun di luar kampus, sehingga setiap perkembangan di setiap kampus dapat diketahui oleh mahasiswa.

Kebanyakan media kampus lebih sedikit komposisi beritanya serta kurang menarik penampilan yang disuguhkan kepada pembaca. Ditambah lagi sangat minimnya pengalaman yang dia dapatkan. Hal ini perlu diperhatikan. Oleh sebab itu, mereka harus ditunjang dengan ilmu jurnalistik yang bisa mengubah mereka agar lebih baik lagi ke depannya. Mereka bisa tahu juga standar penulisan jurnalistik, bagaimana cara mewawancarai yang baik.

Kebanyakan bila bertemu dengan narasumber yang ahli, mereka terlihat sangat gugup. Pasalnya, sikap seperti itu bisa membuat otak menjadi beku. Supaya tidak terjadi seperti itu menurut saya, harus lebih diuji lagi mental dari setiap wartawan yang ingin terjun di dunia jurnalis. Bila semua mental sudah teruji dan mampu, mungkin mereka bisa setara dengan wartawan yang sudah profesional.

Harapan saya, semoga mereka yang bergelut di bidang jurnalis, bisa lebih memperbaiki lagi, baik itu penulisannya, sampai pada saat dia mewawancarai narasumber. Mudah-mudahan semua bisa terorganisir lagi dan bisa merekrut mahasiswa-mahsiswa yang ingin berkecimpung di bidang jurnalistik. Maju terus media kampus.

Dede Najmudin (22)
STIE Kesatuan
D3 Akuntansi

Mampu Asah Kreatifitas


Menurut saya, media kampus sangat positif bagi kalangan mahasiswa terlebih lagi yang menyukai dunia jurnalis karena dapat menumpahkan keahliannya dalam menulis dan berkomunikasi dengan banyak orang. Bukan hanya menulis berita saja tetapi mereka bisa mendapatkan pengalaman yang baru.

Saran saya, media kampus lebih diperbaiki lagi, terutama dalam hal layout, penulisan berita, serta berita yang akan diangkat. Pasalnya, jika ketiga kriteria itu tidak bisa diubah, hasilnya pun itu-itu saja. Saya yakin dalam jangka setahun Media kampus itu tidak akan bertahan lama.

Harus ada pembimbing yang mengerti tentang kaidah-kaidah junalistik. Isi berita diharapkan lebih umum dan dicetaknya jangan terlalu lama. Sebab, jika terlalu lama dicetak, berita itu jadi basi dan tidak hangat lagi. Maksimal satu minggu harus sudah terbit. Lebih dioptimalkan lagi dalam hal kepengurusan, terutama kinerjanya. Jangan setengah-setengah.

Bagi saya, pers kampus harus lebih kreatif lagi dalam hal mengembangkan tulisan dengan data yang seadanya supaya bisa merubah berita biasa menjadi berita menarik dan enak di baca. Pers kampus juga harus lebih bisa inovatif lagi dan kritis. Harapan saya, semoga media kampus bisa lebih memperbanyak halamannya dan memperbagus lagi berita yang di sajikan, terutama berita yang sedang banyak di bicarakan. Satu hal lagi, agar memperluas penyebaran media bisa sampai ke daerah yang terpencil.

Danial Muttaqien (22)
FISIKOM UNIDA
Administrasi Negara

Tidak ada komentar: